Pengikut

Sabtu, 14 Oktober 2017

IKAN - IKAN AIR TAWAR

PART 1

Hi! Kenalan yuk sama ikan-ikan air tawar dibawah ini 😊. Buat yang nugas kuliah atau lagi cari refererensi, kalimat paling bawah ada pustakanya, jangan lupa cantumin pusstakanya yo! Selamat membacaaa... Semoga bermanfaat 👌
  • Ikan Balashark

Ikan balashark (Balantiocheilos melanopterus) di daerah Sumatera Selatan dikenal dengan sebutan ikan puntung kanyut, di Kalimantan Barat disebut ketutung, dan di Jambi disebut ridik angus. Ikan balashark termasuk daftar ikan langka dan patut dilindungi.
Ikan balashark yang kecil dapat dikategorikan sebagai ikan hias. Ikan hias dengan tubuh berwarna perak dan setiap siripnya terdapat warna hitam dan kuning. Sirip perut, sirip punggung, sirip anal, dan sirip ekor ikan ini tinggi dan menyerupai bentuk segitiga. Ujung sirip-sirip ikan ini berwarna gelap.
Ikan ini termasuk ikan yang sangat mudah mati sehingga penanganannya harus hati-hati. Ikan balashark membutuhkan oksigen yang tinggi dan air yang jernih. Di habitat alaminya, ikan ini hidup di bagian hulu dari sungai yang kandungan oksigennya relatif tinggi. Di alam juga sering dijumpai ikan balashark terdapat di rawa yang berhubungan dengan sungai yang besar.
Makanan ikan balashark di alam adalah fitoplankton terutama dari kelompok alga keemasan.

  • .       Ikan Bawal Air Tawar

Ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum) memiliki tubuh agak panjang, pipih, dan berbentuk oval (bulat telur). Warna dasar tubuh ikan ini adalah cokelat sawo matang. Bagian punggung ikan ini memiliki warna yang lebih hijau dibandingkan dengan bagian perutnya.
Pertumbuhan tubuh ikan bawal cukup cepat. Ikan ini memiliki nafsu makan yang tinggi. Bawal bersifat omnivora yang cenderung lebih banyak makan dedaunan. Ikan ini memiliki gigi yang tajam. Dengan sifatnya tersebut, ikan ini cepat mencominasi perairan.
Ikan bawal memiliki ketahanan yang tinggi terhadap kondisi perairan yang kurang baik. Ikan ini cukup tahan pada perairan yang keruh, kotor, dan sedikit mengandung oksigen. Rasa daging dari rasa ikan bawal dagingnya cukup enak, hampir menyerupai rasa ikan gurame
  •  Ikan Dalum

Ikan dalum (Bagarius yarelli) sepintas mirip dengan ikan yang sudah tenar di masyarakat yaitu ikan lele. Akan tetapi, ikan ini memiliki sirip punggung, sirip perut, sirip anal, dan sirip ekor yang besar.
Tubuhnya tidak memiliki sirip dada atau duri sirip dada ramping. Ikan ini pangkal sungutnya tebal dan pipih datar pada sudur mulut. Kepala ikan dalum berbentuk pipih setengah bundaran atau segitiga. Ikan ini memiliki badan datar karena adaptasi dengan air berarus deras. Panjang tubuh ikan ini dapat mencapai ukuran satu meter.
Ikan dalum merupakan jenis ikan karnivora dengan makanan utamanya adalah ikan, udang, serangga, dan katak. Ikan ini memijah tahunan di sungai terutama pada saat musim hujan atau banjir.
Habitat utama ikan dalum adalah di sungai, terutama di sungai yang berarus deras dan berbatu. Ikan dalum pun sering ditemukan menempel di bebatuan.

  • .       Ikan Lampam

Ikan lampam (Barbodes schwanefeldi) masih satu kerabat dengan ikan kancra (mas). Bentuk tubuh ikan ini pipih. Adapun warna tubuhnya adalah putih keperak-perakan. Sirip punggung ikan ini berwarna merah atau jingga dengan titik hitam di sebelah atasnya. Adapun sirip ekor berwarna merah dengan garis hitam memanjang pada setiap cabang sirip.
Ikan lampam bersifat omnivora. Makanan ikan lampam adalah tumbuhan air, cacing, udang, atau hewan kecil lainnya.
Ikan lampam merupakan ikan air tawar yang hidup di sungai dan danau. Ikan ini terdapat di Lampung, Riau, Palembang, Padang, Sungai Kapuas, Sungai Mahakam, Pontianak, dan Samarinda. Pada musim banjir ikan ini masuk ke rawa-rawa dan tempat-tempat yang baru tergenang.

  • .       Ikan Oskar

Ikan Oskar (Astronotus ocellatus) memiliki bentuk tubuh seperti ikan mujair atau ikan nila. Bentuk sirip dan mulutnyapun menyerupai kedua ikan tersebut. Hal yang membedakan terletak pada warna dasar tubuhnya. Ikan oskar memiliki warna dasar bervariasi antara cokelat gelap, cokelat cerah, sampai merah kekuningan.
Kombinasi warna dasar dari tubuh ikan oskar ini menimbulkan variasi warna yang indah pada tubuh ikan ini. Warna yang muncul bisa merah, kuning, hitam, atau kebiru-biruan.
Sebagaimana ikan mujair, ikan oskar juga bertubuh tegap. Panjang ikan oskar dapat mencapai 30 cm. Oskar jantan memiliki tubuh lebih panjang dibandingkan oskar betina. Ikan oskar berenang secara perlahan.
Ikan oskar berasal dari wilayah timur Venezuela, Guyana, Amazon, dan Paraguay. Di Indonesia, ikan ini dijadikan sebagai ikan hias.

  • .       Ikan Putak

Ikan Putak (Notopterus notopterus) merupakan ikan asli perairan di Indonesia. Ikan ini memiliki rasa yang hampir sama dengan ikan belida. Oleh karena itu, ikan ini sering dijadikan sebagai pengganti untuk bahan pembuatan pempek atau kerupuk.
Ikan putak dapat dikenali dari bentuk badannya yang memanjang, tampak punggung memanjang di belakang puncak punggung. Dari puncak punggung ke moncong menurun hampir lurus. Ikan putak memiliki warna tubuh abu keperakan dengan warna pada bagian punggung lebih gelap. Sirip ekor  dan sirip anal bertepi warna gelap. Panjang maksimum rata-rata tubuh 19,6 cm.
Ikan putak merupakan jenis ikan karnivora. Mengsanya biasanya hewan-hewan yang ada disekitarnya, misalnya serangga air, ikan kecil, atau udang.
Ikan putak memijah dengan mengeluarkan telur sekitar seribu sampai dua ribu butir. Telur-telur tersebut akan tenggelam dan melekat pada tumbuhan air atau benda lainnya.
Habitat ikan putak adalah perairan tawar, seperti sungai dan danau. Ikan ini dapat di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Adapun di negeri tetangga, ikan ini dapat ditemukan di Malaysia, Thailand, Myanmar, Bangladesh, dan India.

  • .       Ikan Ringo

Ikan Ringo (Thynnichthys thynnoides) merupakan salah satu maskot di Jambi yang keberadaannya di perairan sudah mulai sulit ditemukan. Ikan ringo di Sumatera Selatan dikenal dengan nama ringau. Ada juga yang menyebutnya ikan lumo.
Ikan ringo memiliki tubuh berwarna putih keperakan dengan bagian punggung berwarna gelap. Sisik tubuh ikan ini kecil-kecil. Ikan ini tidak memiliki bibir atas. Tutup insangnya besar dan terdapat titik berwarna gelap. Sirip punggung ikan ringo mempunyai 8-10 jari-jari bercabang.
Ikan ringo bersifat omnivora. Makanan utama ikan ini adalah fitoplankton (ganggang) dan zooplankton, serta detritus.
Ikan ringo merupakan ikan air tawar yang berasal dari daerah aliran sungai bagian tengah. Ikan ini melakukan pemijahan pada musim penghujan dengan cara bergerombol.

  • .       Ikan Semah

Ikan semah (Tor douronensis) tergolong jenis ikan endemik yang hampir punah. Di Sumatera Selatan, ikan ini dapat ditemui di bagian hulu Sungai Musi dan Danau Ranau. Ikan sejenis ikan semah ditemui pula di Kuningan Jawa Barat (dengan nama daerah kancra), Danau Kerinci di Jambi, Danau Toba di Sumatera Utara, dan Danau Sentarum di Kalimantan Barat.
Bentuk tubuh ikan semah agak memanjang dan memipih tegak. Mulutnya terletak di ujung tengah badan. Secara umum, hampir seluruh tubuh ikan ini ditutupi sisik. Sisik ikan semah berukuran relatif besar. Ikan ini memiliki sirip dada, sirip perut, sirip punggung, sirip anal, dan sirip ekor.
Ikan semah tergolong jenis ikan omnivora. Makanan utamanya adalah buah-buahan, moluska, dan serangga. Panjang tubuh ikan dapat mencapai ukuran 85,5 cm.
Habitat ikan semah adalah perairan dengan kondisi air jernih, berbatu, dan berarus deras. Oleh karena itu, tubuh ikan ini streamline.

  •          Ikan Serandang

Ikan serandang (Channa pleuroptahlmus) merupakan salah satu dari 6 jenis dari marga Channa (gabus-gabusan) yang diperkirakan masih  terdapat di alam. Ikan ini memiliki nilai ekonomis penting.
Ikan serandang mempunyai bentuk bulat di depan dan pilih di belakang. Punggung ikan serandang berwarna lebih tua dibandingkan dengan warna pada bagian perutnya. Kepala ikan ini agak melebar.
Ikan ini bersifat karnivora murni. Ikan ini memakan ikan kecil, udang, kepiting, cacing, serangga air, atau hewan kecil lainnya.

  •      Ikan Tambakan

Ikan tambakan (Helostoma temmincki) dikenal juga dengan nama daerah ikan tambakang, poni, sampil, takabang, biawan, dan ikan samarinda. Ikan tambakan ini memiliki bentuk tubuh yang mirip dengan ikan nila.
Ikan tambakan memiliki tubuh agak panjang dan berbentuk oval (bulat telur). Ikan ini memiliki mata berwarna cokelat kekuning-kuningan. Bagian punggung ikan ini memiliki warna yang gelap (hijau), sedangkan bagian perutnya berwarna putih.
Sisik tubuh ikan tambakan agak kasar. Jika diraba, sisik tersebut terasa ada durinya. Sisik ikan ini tergolong jenis ctenoid.
Ikan tambakan termasuk ikan yang kosmopolitan. Ikan ini mudah ditemukan pada segala macam perairan. Tambakan dapat hidup di perairan yang kekurangan oksigen.
Makanan ikan tambakan terdiri atas fitoplankton. Ikan ini berkembang biak pada waktu tertentu dengan jumlah telur yang cukup banyak.

Daftar Pustaka :

Ahmad, Dadan. Siti Mulyati. 2007. Mengenal Ikan Air Tawar. Bandung : Nuansa Citra Grafika.

NOTE : Maaf belum ada foto ikannya ✌

Tidak ada komentar:

Posting Komentar