SNMPTN (Jalur Belakang)
HALOOOOO.....
Buat kalian yang masih duduk di bangku SMA kelas 10, dan 11 atau mungkin masih SMP atau SD sekalipun pasti masih bingung sama apasih SNMPTN itu? Kalau istilah PTN udah umum banget kan ya, itu singkatan dari Perguruan Tinggi Negeri atau ada yang sebut Universitas Negeri, sebenernya nggak salah dibilang Universitas Negeri, hanya saja kurang tepat, soalnya PTN itu sendiri nggak cuma isinya universitas tapi juga ada institut, contohnya ITB (Institut Teknologi Bandung), ITS, IPB, dll. Kalau Politeknik gimana? Itu beda lagi, nanti ada part tersendiri.
Buat kalian yang masih duduk di bangku SMA kelas 10, dan 11 atau mungkin masih SMP atau SD sekalipun pasti masih bingung sama apasih SNMPTN itu? Kalau istilah PTN udah umum banget kan ya, itu singkatan dari Perguruan Tinggi Negeri atau ada yang sebut Universitas Negeri, sebenernya nggak salah dibilang Universitas Negeri, hanya saja kurang tepat, soalnya PTN itu sendiri nggak cuma isinya universitas tapi juga ada institut, contohnya ITB (Institut Teknologi Bandung), ITS, IPB, dll. Kalau Politeknik gimana? Itu beda lagi, nanti ada part tersendiri.
Tahun 2016 adalah tahun dimana dimulai “jatah SNMPTN”. Maksudnya, nggak
semua siswa bisa mengikuti jalur SNMPTN ini, waktu tahun gue (2016) hanya 75%
siswa yang berhak mengikuti jalur SNMPTN, terus 25%nya gimana? Mereka mau nggak
mau harus berjuang di SBMPTN, tapi ada keuntungannya, mereka langsung fokus
dengan tujuan mereka dan belajar SBMPTN lebih tenang soalnya nggak harus
deg-degan sama pengumuman SNMPTN yang boleh dibilang SUPER PHP. Tahun 2017,
jatah SNMPTN dikerucutkan lagi menjadi 50%. Selain itu, di tahun 2017, beberapa
PTN hanya menerima 40 atau 30% siswa dari jalur ini. Dibandingkan tahun 2015
yang kapasitas SNMPTN 50%, maba dari jalur SNMPTN makin sedikit. Why?
Jawabannya “secret” nanti juga kalian tahu kok, kalau udah masuk di Univ
masing-masing. Hehehhe....
Pengen ngerasain sensasi dapet jalur undangan (SNMPTN) dari kampus yang
selama ini diidam-idamkan, cuuus coba trik dibawah ini :
BERDOA
Kata ummi gue saat dulu gue kelas 12, beliau bilang
“Sebenernya Allah udah nentuin kita masuk di Univ. mana dan jurusan apa. Yang
harus kita lakukan adalah berjuang untuk meraih itu semua.”
Berdoa itu penting banget banget banget.. kata kakak
mentoring gue dulu, kita kalau berdoa harus detail. Misalkan “Ya Allah aku
ingin masuk UGM lewat jalur SNMPTN program studi Pendidikan Dokter di tahun
ini, aku ingin menjadi dokter yang mengabdi seutuhnya pada masyarakat, aku
menjadi dokter yang selalu siap sedia dalam menangani pasien, aku menjadi
dokter untuk ....... “. Tugas kita saat ini adalah Ikhtiar yang maksimal.
Setelah ikhtiar yang maksimal, kita serahkan semuanya pada Allah. Toh, Allah
yang maha tahu apa yang kita butuhkan dan yang terbaik buat hamba-Nya.
- GRAFIK MENINGKAT
Salah satu contoh ikhtiar yang bisa kita lakukan adalah
“BELAJAR”. Buat kalian yang masih duduk di bangku kelas 10 atau 11, terus
semangaaat belajarnya, jangan terlalu banyak main, tapi jangan kebanyakan
belajar juga ntar nggak bisa menikmati masa putih abu-abunya :p, intinya imbangi
keduanya. Diusahakan nilai kalian grafiknya selalu meningkat. Lihat peringkat
boleh, tapi usahakan rata-rata nilainya yang meningkat. Boleh turun, tapi
jangan jauh-jauh turunnya, pokoknya usahain grafik meningkat. Dari pengalaman
pas temen gue dulu, banyak yang dapet SNMPTN adalah orang yang biasa aja, nggak
ambis buat peringkat harus 10 besar blablabla. Tapi ternyata grafik nilainya
dia meningkat, dan dia pinter untuk pilih jurusannya.
-
SERTIFIKAT
Entah ini jadi bahan penilaian yang pasti atau nggak, yang
jelas dulu pas 2016, itu disuruh unggah sertifikat. Sertifikatnya itu, lokal,
provinsi, nasional. Selama masih ada waktu buat ikut lomba ini-itu, ikutin aja.
Pinter boleh tapi kita juga nggak boleh pasif banget. Selain dapat sertifikat,
kita juga dapet pengalaman dari lomba yang kita ikutin.
- SNMPTN BUKAN UNDIAN
Sering banget ada yang bilang kalau “udahlah milih SNMPTN
mah asal aja, lagian jangan dibawa pusing, anggap aja undian.” Minta diceburin
ke sumur dah. Wkwkwk... dapet kesempatan SNMPTN itu harus disyukuri, harus
digunain dengan baik, bukannya malah dianggap remeh. Berapa banyak temen kita
yang nggak dapet kesempatan SNMPTN padahal udah belajar dalam kurun waktu sama
kaya kita. Pikirkan baik-baik kalau kalian dapet kesempatan ini. Pilihan
pertama usahakan jurusan yang memang kalian cita-citakan dan di univ yang
kalian inginkan, pilihan kedua agak diturunin lagi tapi masih jalur yang kalian
minati, pilihan ketiga juga. Jangan “asal-asalan” pas milihnya, soalnya kalau
kalian ternyata dapet dan udah masuk di jurusan yang kalian pilih, kalian harus
siap menjalaninya. Kalian membawa nama “sekolah” saat kalian keterima lewat
jalur SNMPTN. Entah mitos atau fakta, ada sistem blacklist di beberapa PTN. Jadi, kalau kalian nolak SNMPTN, bisa
jadi adik kelas kalian tahun depan nggak bisa masuk ke jurusan/univ kalian.
INTINYA : JANGAN MAIN-MAIN SAMA PILIHAN SNMPTN.
- UJIAN NASIONAL
Buat kalian yang punya kesempatan buat ikut SNMPTN,
usahain deh ngerjain UN bener-bener. Soalnya salah satu indikatornya ada nilai
Ujian Nasional. Meskipun UN sekarang nggak terlalu berpengaruh terhadap
kelulusan, tapi di ijazah tetep ada nilai UN kan, seenggaknya bikin bangga
ortu, adik, camer. Wkwkwkwk... ya seengaknya pas kerja nanti nggak malu-maluin
banget pas dilihat ijazah SMAnya.
- KATING
Kalau di SMA mungkin Kakak Kelas, kalau di kampus disebutnya
Kakak Tingkat. Ini juga masih mitos dan fakta sih ya, tapi kalau buat jalur
SNMPTN kayaknya masih berpengaruh. Maksudnya gini, kalau ada kakak kelas kalian
di jurusan yang kalian minatin dan kalian taro di pilihan pertama terus semua
persyaratan rata-rata raport tinggi, ada prestasi, insya Allah kalian keterima.
Aamiin... tapi, kita lihat juga reputasi kating kita gimana. Kalau reputasinya
baik menambah peluang buat kita. Selain itu, pesan buat kalian kalau udah
keterima di ptn itu, kalian juga harus baik dari segi akademik maupun non
akademik, biar adik kelas kalian juga gampang.
Oh iya judulnya kan SNMPTN (Jalur Belakang) maksudnya
itu, menyiapkan SNMPTN bukan dari depan yaitu H-1 bulan SNMPTN tapi dari awal
kita menginjakkan kaki di SMA.
Sekiaaaan... oh iya, diatas adalah opini dan pengalaman
gue. Semoga dapat bermanfaaat.. semangaaat terus!!!😆
Tidak ada komentar:
Posting Komentar